14/08/2022

AsiaNationNews.com

Honesty – integrity – Trust

Viral, pria di Pinrang mengaku sebagai joki suntik vaksin Covid-19

21 Desember  2021

 

 

Laporan : PO

Tulisan: Sar/ Redaksi

 

Viral, pria di Pinrang mengaku sebagai joki suntik vaksin Covid-19

 

Jakarta (ANN) |Pengakuan seorang pria di Pinrang, Sulawesi Selatan, sebagai joki suntik Covid-19, viral di media sosial.

Pria tersebut mengaku sudah melakukan praktik joki belasan kali dengan upah ratusan ribu. Dinas Kesehatan Pinrang, tengah menyelidiki kasus tersebut.

Dalam unggahan video yang beredar luas di media sosial, Senin (20/12/2021), pria tersebut mengaku bernama Abdul Rahim. Dia mengaku jadi pengganti vaksin belasan orang.

“ Saya Abdul Rahim, saya telah melakukan vaksinasi atau 14 orang pengganti vaksinasi. Adapun suntikannya yang disuntikkan 16 kali, upah yang dikasih antara Rp 100-800 ribu,” kata Rahim dalam video yang beredar.

Pengakuan Abdul Rahim tersebut, sontak menuai reaksi, termasuk dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang.

Kepala Dinas Kesehatan Pinrang, Dyah Puspita Dewi, mengaku meragukan pengakuan Abdul Rahim tersebut seperti dalam video yang beredar. Menurut Dyah, proses vaksinasi Covid-19, harus menyertakan KTP.

Pengakuan tersebut, kata Dyah, harus dibuktikan kebenarannya.

Dyah mengungkapkan, menurut penuturan keluarganya, orang tersebut mengalami gangguan jiwa, jadi perlu diselidiki kebenarannya.

“ Kalau dari Puskesmas prosedurnya kan semua yang mendaftar dengan KTP atau KK kemudian discreening baru dilakukan vaksinasi. Kalau bisa divaksin ya divaksin. Pihak Puskesmas awalnya juga tidak pernah tahu kalau orang tersebut ternyata sudah berkali kali pindah dan divaksin. Tunggu saja sampai diperiksa orang tersebut,” kata Dyah, dikutip dari Detiknews

“ Yang berwenang periksa pastilah pihak kepolisian kalau pelanggaran seperti ini. Penegak hukumnya kan di sana, tapi prosesnya kan baru jadi sampai dimana diikuti saja selanjutnya,” terangnya.

Dyah mengatakan, tidak masuk akal jika ada pihak lain yang rela membayar ratusan ribu rupiah agar bisa di joki saat vaksinasi. Untuk mengungkap kasus ini, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan dengan melibatkan ahli kejiwaan dan keluarga Abdul Rahim.

(sar/red)