14/08/2022

AsiaNationNews.com

Honesty – integrity – Trust

Foto : ketua umum Ryan Juansyah

Terkait Ucapan Provokatif Ustadz Mizan Qudsiah, Pemuda NWDI Sumbawa Mengharapkan Agar Masyarakat Jaga Kondusifitas

2 Januari 2021

 

Laporan : Roni

 

Terkait Ucapan Provokatif Ustadz Mizan Qudsiah, Pemuda NWDI Sumbawa Mengharapkan Agar Masyarakat Jaga Kondusifitas

 

Foto : ketua umum NWDI Sumbawa, Ryan Juansyah

Sumbawa (ANN) | Terkait pernyataan provokatif dari seorang pendakwah dalam unggahan channel youtubenya yang berjudul “Wisata Religi Ke Kuburan” di mana dalam video tersebut, Mizan Qudsiah mengatakan bahwa sejumlah makam keramat yang ada di lombok adalah Makam Tain Acong (Tahi Anjing) dan Keramat Tain Acong (Tahi Anjing) dimana pernyataan tersebut menimbulkan gejolak ditengah masyarakat.

Menanggapi hal ini Pengurus Daerah Pemuda Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PD Pemuda NWDI) Sumbawa, melalui ketua umumnya Ryan Juansyah, ST. Menyayangkan kurang bijaknya Qudsiah didalam menyampaikan sesuatu yang dianggapnya sebagai ceramah keagamaan. Menurut Ryan sapaan akrabnya, pernyataan Qudsiah lebih pantas dikatakan sebagai provokasi daripada ceramah.

Apa yang Qudsiah sampaikan sangat tidak bijak dan melukai tradisi keagamaan mayoritas masyarakat NTB yang berakidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Perlu diketahui bahwa ziarah makam merupakan tradisi yang sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran Islam bahkan ijma’ di anjurkan dan legalitas melaksanakan ziarah kubur ini telah disepakati oleh seluruh mazhab umat islam. Hal ini seperti disampaikan dalam kitab Hujjah Ahlissunnah Wal Jama’ah: زيارة القبور تجيزها مذاهب المسلمين كلها
“Ziarah kubur diperbolehkan oleh seluruh mazhab umat islam,” (KH. Ali Maksum Krapyak, Hujjah Ahlissunnah Wal Jama’ah, hal. 53).

Maka pernyataan Qudsiah sangat tidak mendasar, provokatif dan menyakiti perasaan umat islam di Nusantara khususnya di daerah Lombok, NTB.

Hal ini tentu tidak mengherankan sebenarnya karena paham keislaman Qudsiah adalah Wahabi yang memang gemar mengkafirkan sesama Islam bahkan Sanad Keilmuan mereka tidak jelas, baik perguruan dengan sanad terpelihara misalnya di Madrasah Shaulatiyah Mekah, Al Azhar Mesir, Ribat Tharim Hadhramaut, Yaman.

Maka dari itu kami dari PD Pemuda NWDI Sumbawa Menghimbau:
1. Menjaga diri dan Keluarga kita dari Paham Wahabi
2. Menyerukan Masyarakat agar tenang dan menjaga kondusifitas
3. Mendukung serta akan menghormati Proses Hukum yang akan ditempuh oleh ikhwan kami di NWDI terkait pelaporan terhadap Qudsiah dan mengharapkan peristiwa semacam ini tidak terulang lagi ke depannya, pungkasnya. (Rn06)