Ramadhan Momentum Mengembalikan Marwah Sistim Pendidikan Nasional

04 Mei 2021

 

Laporan : Roni

 

Ramadhan Momentum Mengembalikan Marwah Sistim Pendidikan Nasional

Gambar : Daulat Demokrat, Sekretaris EK LMND Sumbawa

 

SUMBAWA (ANN) – Pendidikan merupakan cara atau jalan dalam mencerdaskan generasi bangsa, dalam teknisnya pendidikan dibagi menjadi 2 yaitu ; Formal dan Non-Formal, dalam Ranah formal pendidikan dijalankan oleh instansi pemerintah dan non-pemerintah (swasta) dan dalam Ranah non formal pendidikan bisa didapatkan dari kursus – kursus dan organisasi – organisasi.

Pendidikan sendiri secara konstitusi telah dijamin, dan berhak bagi setiap anak bangsa wajib mendapatkan pendidikan, pastinya pendidikan formal, tetapi ada yang secara tidak sadar kita tidak pahami dalam pendidikan formal ini selain segala bentuk permasalahan didalamnya, yaitu, kurikulumnya, kurikulum pendidikan hari ini cendrung liberal yang berkorelasi negatif, pendidikan memberikan doktrin kepada siswa atau mahasiswa untuk supaya mereka memikirkan diri sendiri, menjadi pribadi individual dalam hal ekonomi, dan sosialis dalam hal pergaulan, yang akhirnya jiwa memikir orang lain atau negarapun (Nasionalisme) tidak tertanam didalam diri, secara ilmiahnya pendidikan hanya mengajarkan makna IQ dan EQ saja.

Pendidikan hanya mengajarkan bagaimana caranya untuk menjadi kaya (Ekonomi) dan mengajarkan seseorang untuk pandai berbicara (Komunikasi), tetapi nilai kecerdasan SQ (spiritual Quotion) tidak pernah ditanamkan secara mendalam, dalam prakteknya SQ cuman kulitnya saja tidak ada pelajaran secara mendalam, misalnya seperti hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan masyarakat, dan pengabdian terhadapnya negara, selama ini SQ dalam prakteknya hanya di ajarkan cara berdoa, cara membaca kitab Tuhan, cara sembahyang, dan nilai kepedulian, jelas disini tidak ada satupun yang berbicara tentang hakikatnya menjadi seorang manusia, tidak ada penanaman secara mendalam tentang nilai kepedulian terhadap orang lain dan negara, hanya penyampaian teori yang biasa dikemas dalam ayat ayat suci di dalam kitab kitab Tuhan.

Maka jelas saja pemuda hari ini atau generasi bangsa hari ini menjadi pragmatis dan opurtunis, mereka hanya paham bahwa hidup sukses adalah kaya, dan berbaikan dengan Tuhan hanyalah dengan sembahyang, berdoa, dan berbagi, ini adalah kepincangan, karena bukan seperti itu SQ yang seharusnya, SQ adalah penanaman nilai spritual yang menyeimbangkan jiwa dan pikiran sehingga menjadi manusia yang seutuhnya manusia.

Selain Ilmiah pendidikan juga harus menanamkan Nilai Nasionalisme, Demokrasi, dan Religiusitas sebagai 3 Pilar yang harus ditanamkan di dalam diri pemuda atau generasi bangsa saat ini.

Marwah pendidikan haruslah tetap dijaga dan pendidikan haruslah berjalan semestinya, Pendidikan di Indonesia tidak perlu berkaca pada kurikulum negara lain, seperti Amerika, China ataupun Jepang, Indonesia harus mempunyai ciri pendidikannya sendiri, kurikulumnya sendiri. Nilai spritual dalam pendidikan bisa masuk melalui budaya dan agama.

Penulis: Daulat Demokrat, Sekretaris EK LMND Sumbawa, Mahasiswa Semester Akhir Fakultas Ilmu Sosial IISBUD SAREA

(006RN)

admin

Next Post

Milenial Prima : Mudik Dilarang, "Rindu Gagal Mengalir", Gubernur NTB Dituding Tukang PHP

Sel Mei 4 , 2021
05 Mei 2021   Laporan : Ivan.001 Editor     : PO   Milenial Prima : Mudik Dilarang, “Rindu Gagal Mengalir”, Gubernur NTB Dituding Tukang PHP Mataram (ANN) -Polemik mudik lebaran Idul Fitri 2021 menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Nusa Tenggara Barat, saking hangatnya di beberapa akun media sosial (Facebook) […]

Breaking News

Contains all features of free version and many new additional features.

Kategori