Menolak Kehadiran Transportasi Penyebrangan Kapal Fery di Perairan Teluk Bima

10 April 2021

 

Penulis : Tarmizi

 Laporan : Lukas.004

 

Menolak Kehadiran Transportasi Penyebrangan Kapal Fery di Perairan Teluk Bima

Bima (ANN) Belajar dari sejarah kolonial dulu,pertama mereka berdagang kemudian mengakumulasi hasil dari kapital selanjutnya mengekspansi disetiap wilayah-wilayah strategis sehingga melakukan eksploitasi besar-besaran.Jadi yang mendukung hal demikian,pertama mereka membangun sekolah militer (robot siap pakai untuk menjaga modal)dan kemudian membangun rel kereta bahkan sampai pada pembukaan jalan,pelabuhan,bahkan banyak juga infrastruktur untuk menunjang kepentingan kolonial.

Di Indonesia banyak sekali yang pesimis tidak belajar dari sejarah kelam,maka tidak heran bentuk-bentuk penjajahan baru terus dilancarkan di Indonesia dan praktek-praktek lama dilakukan oleh para penjajah sehingga dia membuka pelabuhan baru,terminal,rute serta jalan,semuanya untuk mempermulus laju pendapatan kapital dari produksi yang berlimpah.

Bersamaan dengan itu pula bahwa kehadiran Kapal Ferry di Kec. Soromandi Kab. Bima NTB, pertama-tama slogannya untuk kepentingan umum Selanjutnya, sedikit demi sedikit memperlihatkan watak aslinya sebagai alat segelintir orang (oligarki) untuk mengekspor bahan-bahan mentah di desa-desa untuk nafsu pasar bebas (neoliberalisme).Perputaran hasil produksi yang menghasilkan nilai lebih disitulah yang diambil oleh segelintir manusia rakus.Baik penghisapan sumberdaya maupun keringat dari tenaga pekerja dengan landasan di upahkan (recehan).

Belum lagi kalau kita berbicara dampak dari pada pelabuhan kapal Ferry, mulut pantai yang sebelumnya hasil dari pada pembentukan alami teluk tetapi ketika pengolahan itu dilakukan maka air laut itu semakin naik di permukaan darat dan memperkecil ruang hidup di daratan,sehingga imbasnya adalah seluruh makhluk hidup di bibir pantai akan mati serta menyingkirkan pelabuhan samban-samban nelayan.Di satu sisi tempat atau perairan yang menjadi wilayah penangkapan ikan oleh masyarakat setempat dialihfungsikan menjadi tempat pelabuhan kapal,sehingga nelayan tersingkirkan dari wilayah perairan penangkapan ikan dan berimbas pada menurunnya pendapatan nelayan.

Tarmizi menganggap bahwasanya Kita mesti harus memahami betul, apa yang menjadi kepentingan dan kebutuhan masyarakat Kec. Soromandi secara keseluruhan bukan segelintir manusia rakus akan recehan.

(Penulis Tarmizi)

Laporan: 004/Lukas

admin

Next Post

Tidak Mampu Mengurus Masyarakat, Kadus Palung diminta turun dari Jabatannya.

Ming Apr 11 , 2021
11 April 2021   Laporan : Mujmal   Tidak Mampu Mengurus Masyarakat, Kadus Palung diminta turun dari Jabatannya. Lombok Timur (ANN) Minggu, 11 April 2021 puluhan masyarakat Dusun Palung, Desa Suangi Kecamatan Sakra melakukan musyawarah pembentukan awik-awik Desa, dalam kegiatan musyawarah awik-awik tersebut diramaikan dengan keluh kesah masyarakat terkait gagalnya […]

Breaking News

Contains all features of free version and many new additional features.

Kategori