” Menjelajah Dan Mengenal Serta Menikmati Indah Ragam Destinasi Wisata Populer, Desa Genggelang Bangkit dengan Mengdakan Festival Makan Durian “

10 Maret 2021

  Laporan : PO

” Menjelajah Dan Mengenal Serta Menikmati Indah Ragam Destinasi Wisata Populer, Desa Genggelang Bangkit dengan Mengdakan Festival Makan Durian “

 

Genggelang, KLU (ANN)-Gempa Bumi Pada tahun 2018 sangat berdampak tidak hanya terhadap infrastruktur dan sosial serta harta benda tetapi juga terhadap sektor pariwisata di Kab. Lombok Utara, termasuk di Desa Wisata di Desa Genggelang. Beberapa spot wisata di obyek wisata Air Terjun Tiuq Pitu misalnya, mengalami kerusakan yang cukup siginifikan. Obyek Wisata Rumah Pohon, yang juga merupakan salah satu obyek wisata di Desa Genggelang juga mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga saat ini masih belum dapat dibuka untuk kunjungan wisatawan.

Foto : Peserta Asyik menikmati Durian, dan Salah seorang Pioneer Kompak, Mawar Joenitha.

Kondisi tersebut ternyata belum usai, pandemi Covid 19, yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sebagai bencana dan ditetapkan masa tanggap darurat pada bulan Maret 2020, diikuti dengan adanya karantina wilayah di semua desa yang berada di Kab. Lombok Utara juga menyebabkan dampak yang signifikan terhadap upaya membangun kembali Desa Wisata di Desa Genggelang. Meski diterpa ujian yang beraneka ragam, mengucap syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa, Desa Genggelang akhirnya dapat membuka kembali aktivitas desa wisata yang secara resmi telah dibuka pada 26 Desember 2020.

Sebagai pematik kebangkitan dari keterpurukan dikarenakan Pandemi global Covid19 Desa Genggelang menggaet Mitra Kerja Profesional KOMPAK untuk pendampingan program Festival Makan Durian di desa tersebut.

Foto : Gedung Bumdes Genggelang (kawasan diadakan Festival) dan Awak Media ANN

Kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali animo para wisatawan di masa pandemi Covid 19 untuk mulai berwisata patuh Covid 19, sehingga meskipun banyak wisatawan yang datang, dengan memastikan kepatuhan yang ketat terhadap protokol di harapkan mengurangi kekhawatiran para wisatawan untuk berkunjung dan menikmati semua potensi wisata yang ada di destinasi wisata Desa Genggelang. Selain itu, penyelenggaraan festival durian di desa wisata Genggelang ini juga akan memberikan optimisme bagi para pemuda/pemudi di Desa Genggelang yang selama ini menggantungkan hidupnya dari penyelenggaraan desa wisata.

Berikut video wawancara ANN dengan Pak Kades Desa Genggelang, Almaududi S. Pd

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan hasil sebagai berikut:
1. Meningkatnya kembali aktivitas ekonomi perdesaan untuk mendukung penyelenggaraan Desa Wisata Genggelang
2. Mendorong adanya permintaan paket wisata yang ditawarkan di Desa Genggelang, melalui paket wisata dan kalender event yang juga disajikan di dalam kegiatan Festival Durian ini
3. Adanya ketertarikan para praktisi dan semua pihak dalam pengembangan Ekowisata di Desa Genggelang serta permintaan pasar terhadap variasi buah-buahan yang dihasilkan oleh Desa Genggelang, terutama Durian.

Foto : Kepala Desa Genggelang ( Almaududi S. Pd) dan Replika Durian sebagai salah satu Ciri khas Desa Genggelang

Kepala Desa Genggelang, Almaududi S. Pd dalam percakapan dengan Media asianationnews.com (ANN) pada hari H (10/03/2021) menjelaskan bahwa “Kegiatan atau program berbentuk Festival ini menggunakan sedikit dana desa jika antusias masyarakat semakin kuat dan menggalakan maka akan terus kita jadikan ajang perkenalan Desa Genggelang sebagai Destinasi Desa Populer yang mungkin akan ditetapkan sebagai ajang atau program tahunan selama saya menjabat dan saya berharap jika Kades (Kepalka Desa) yang akan datang dapat meneruskan program seumpama ini maka lambat laun desa ini akan menjadi destinasi wisata populer”. pungkas nya.

Beliau juga sangat berterima kasih kepada semua yang terlibat dalam mensukseskan acara Festival Makan Durian ini khususnya KOMPAK  yang telah berusaha keras mendampingi Desa desa yang ada di Indonesia khususnya Kabupaten Lombok Utara, tepatnya di desa Genggelang ini. Keberadaan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat & Pelayanan untuk Kesejahteraan), sebagai pendamping Program kemitraan pemerintah australia dan Indonesia. KOMPAK mensupport untuk mendesain kerangka kegiatan pada pembuatan TOR, Membagi Peran secara jelas, menyusun Desain Lokasi, sekaligus menyusun SOP Patuh Protokol COvid 19 disaat pandemi seperti sekarang ini.

Festival tersebut turut dimeriahkan dengan persembahan Sandiwara Panggung yang diperankan oleh pemuda pemudi setempat, Lomba Membuka Durian, Lomba Pemilihan Durian Terbaik (Rasa, Warna, Bentuk, Aroma).
Bazar UMKM dengan berbagai produk olahan, Pagelaran musik dan atraksi budaya tradisional Desa Genggelang   **(PO)

admin

Next Post

Pantau PBM Tatap Muka New Normal, Kemenag Aceh Timur Sidak MIN 2 Aceh Timur

Sab Mar 13 , 2021
14 Maret 2021    Laporan : Ray   Pantau PBM Tatap Muka New Normal, Kemenag Aceh Timur Sidak MIN 2 Aceh Timur IDI, Aceh Timjur (ANN) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Timur H.Salman S.Pd,M.Pd di dampingi  Korwas Madrasah Abdurrahman S.Pd, M.Pd  melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada madrasah di […]

Breaking News

Contains all features of free version and many new additional features.

Kategori