Membayar Fidyah Bagi Yang Tidak Berpuasa

10 Mei 2021

 

Artikel ( Ilmu Hari Ini )

Oleh : Rizal Fauzi, S.Kep., M.Kes.

 

Membayar Fidyah Bagi Yang Tidak Berpuasa

AsiaNationNews. Com – Ibadah puasa pada dasarnya diwajibkan untuk seluruh kaum muslim di bulan Ramadhan terutama bagi mereka yang baligh, berakal, dan sehat serta yang tidak menemui udzur secara syar’i. Namun bagi mereka yang tak lagi mampu, diperbolehkan mengganti dengan membayar fidyah. Lantas, sudahkah kamu tahu apa itu fidiyah?

Khusus bagi kaum muslim yang sudah tidak lagi mampu berpuasa seperti orang tua renta dan orang sakit yang tidak ada harapan sembuh, Allah memberikan keringanan kepada mereka berupa fidyah, yaitu memberi makan fakir miskin sebagai ganti puasa.

Dasar Hukum Membayar Fidyah

Firman Allah SWT dalam Surah Al Baqarah ayat 184 yang artinya: “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.”

Berikut ini adalah daftar orang yang harus membayar fidyah karena tidak bisa menjalankan puasa:

Orang sakit yang sudah ditetapkan sulit untuk sembuh lagi (sakit menahun).

Orang tua renta dan lemah yang sudah tidak mampu lagi berpuasa.

Wanita hamil dan menyusui apabila ketika berpuasa kondisi anak mengkhawatirkan. Menurut sebagian ulama mereka wajib membayar fidyah. Namun menurut Imam Syafi’I, selain membayar fidyah juga wajib mengganti puasanya. Sedangkan menurut pendapat lain, cukup mengganti puasa tidak membayar fidyah.

Bagaimana takaran membayar fidyah? Membayar fidyah ditetapkan berdasarkan jumlah hari berpuasa yang ditinggalkan. Setiap 1 hari meninggalkan puasa, maka dia wajib membayar fidyah kepada 1 orang fakir miskin.

Fidyah berupa makanan pokok sesuai dengan negeri setempat. Makanan pokok dapat berupa siap santap atau bahan mentah yang harus diolah terlebih dahulu.

Besaran fidyah yang diberikan kepada fakir miskin, yakni sebesar 1 mud bahan makanan pokok. 1 mud sama dengan 0,6 kg atau 3/4  liter beras untuk satu hari puasa. Jumlah total fidyah yang diberikan dihitung dengan cara mengkalikan jumlah hari yang ditinggalkan dengan takaran 1 mud.

Untuk teknis pelaksanaan pembayaran fidyah, kembali kepada keluasan masing-masing orang. Apakah mau dibayar perhari di hari meninggalkan puasa atau mau sekaligus dalam sebulan diakhir Ramadhan.

Yang terpenting adalah jumlah takarannya tidak kurang dari yang telah ditentukan.
Namun pendapat kuat mengharuskan membayar fidyah perhari dihari meninggalkannya.

Sebagai catatan, pembayaran fidyah tidak boleh dilakukan sebelum Ramadhan. Pembayaran fidyah dilakukan saat bulan Ramadhan setiap hari atau dibayar sekaligus satu bulan di akhir Ramadhan.

Cara membayar fidiyah

1. Memasak makanan, kemudian mengundang orang miskin yang jumlahnya sama dengan hari puasa yang ditinggalkan. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh shahabat Anas bin Malik RA, ketika beliau menginjak usia senja dan tidak lagi mampu berpuasa, seperti dalam hadits berikut:

“Bahwa beliau tidak mampu berpuasa selama setahun lalu beliau membuat satu nampan besar bubur dan mengundang tiga puluh orang miskin dan mengenyangkan mereka. (HR. Ad-Daruquthni dan dishahihkan sanadnya oleh Syeikh Al-Albani dalam kitab Irwa’.”

2. Memberi orang tak mampu berupa bahan makanan yang belum dimasak. Namun alangkah baiknya juga diberikan tambahan makanan untuk lauk……. ()

admin

Next Post

JUBIR PRIMA: Minta Pemerintah Carikan Solusi Yang Cepat dan Tepat Untuk Bayar Insentif Nakes.

Sel Mei 11 , 2021
11 Mei 2021   Laporan : Ivan.001 Editor     : PO   JUBIR PRIMA: Minta Pemerintah Carikan Solusi Yang Cepat dan Tepat Untuk Bayar Insentif Nakes. Jakarta – (ANN) – Nakes RSDC Wisma Atlet dan seluruh nakes yang ada di berbagai daerah adalah pahlawan kemanusian. Mereka adalah ujung tombak negara […]

Breaking News

Contains all features of free version and many new additional features.

Kategori