Kisah Sejarah Makam Medana Dari Balai Desa

22  Februari  2021

 

 Laporan  :  Tio Al Fatih

Photographer : Dana

 

Kisah Sejarah Makam Medana Dari Balai Desa

Lombok Utara ~(ANN) ‘Makam Medana’ yang berada di Dusun Teluk Dalem kern Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Diceritakan Kepala Desa Medana, H. Umar Khalid Bersama Sekertaris Desa ( Agus Susanto,Spd) dan kasi Kesejatreaan sosial desa medana ( Burhanudin), Senin 22 Februari 2021, Dikantor desa Medana.

Keberadaan desa medana tidak terlepas dari sejarah terbentuk nya Kerajaan sokong,kerajaan sokong Adalah sebuah kerajaan yang terbentuk Setelah kunjungan pertama panglima Laut kerajaan majapahit EMPU NALA.

Sekitar tahun 1343 (abad ke 14) yang Di utus oleh ratu majapahit untuk Melakukan expedisi ke pulau lombok
Laksamana EmPu Nala langsung Mendirikan dua kerajaan  kerajaan besar di lombok utara yaitu Kerajaan Bayan dan kerajaan Sokong.

Expedisi kepulau lombok dalam rangka Melalukan sumpah palapah Patih gajah Mada dalam mempersatukan Nusantara di bawah bendera majapahit Ratu tribona Tungga Dewi.

Sesuai dengan perjalanan sejarah Kerajaan sokong di bagi menjadi 2 Wilayah dengan batas kali Sokong,sebelah timur kali sokong Bernama kerajaan sokong Belimbing, sedangkan di daerah barat Kali sokong sampai wilayah mambalan (Gunungsari) sokong kembang dangar.

“Nama Medana” berasal dari sosok Yang sangat darmawan dan di cintai oleh Masyarakat.

Photo : Makam Medana

Raden wira dana atau Maq Dana Berasal dari sukadana ( Maq = Raden) Mak dana adalah seseorang ahli Hakikat (Ahli agama ) yang senang Berkeliling untuk mengajari ilmu agama Yang dimilikinya.

Suatu saat beliau melakukan perjalanan Dan sampailah di pesisir teluk dalem Kern ( sekarang Desa medana).
Beliu meminta izin kepada Raja sokong Untuk menetap dan bercocok tanam di Wilyah pesisir.selain ahli di bidang Agama beliu juga mempunyai keahlian Di bidang pertanian,beliu juga banyak Mengajarkan masyarakat sekitar Bagimana cara menanam kacang dan Kelapa yang benar,karena kerajinannya Dan Sifat nya sering memberi bantuan  ( sosial) kepada masyarakat ketika itu.
Beliu juga sangat di cintai oleh Masyarakat tidak hanya masyarakat Saja yang suka dengan Mak Dana, raja Sokong pun berterimaksih atas keberadaan beliu. status ekonomi mak Dana semakin lama semakin Meningkat dan semakit darmawan pula kepada masyarakat.
Keadaan seperti itu menimbulakan kecemburuan sosial dari petinggi Kerajaan sokong yang bernama Bawaji.Bawaji sering mengitimidasi Mak Dana,dan meminta sesuatu yang tidak mungkin dipenuhi, meminta anak gadis Mak dana untuk di sembelih sehingga pada puncak kecemburuan bawaji Akhirnya membunuh mak dana dan Dimakam kan di makam Medana,

Dalam kisahnya sebelum Mak dana di Bunuh oleh bawaji mak dana “mengutuk Bawaji beserta keturunan nya” dan Mak Dana juga mengubah seluruh kekayaan Nya menjadi batu,

Salahsatunya yang terkenal sekarang Batu sambi, batu kapal dan batu kuda dll.
Mendengar hal tersebut raja menjadi sangat murka dengan prajuritnya sendiri,
Sehingga raja sokong dan akhirnya menjatuhkan hukuman mati kepada Bawaji, walaupun demikian masyarakt sekitar meyakini mak dana tidak terbunuh (masih hidup) melainkan menghilang atau MOKSA .
Sampai saat ini masyarakt masih berziarah kemakam Medana karena masyarakt yakin mak Dana sangat dermawan pasti akan membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat “. Tutur nya Pak Kades sambil bercerita.

Sebagai Wisata Religi

Menurut HUMAS Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang sekarang mengelola “Wisata Religi ” Makam Medana Dusun Teluk Dalem kern, desa medana, AHMAT (Amak Ambek),

Yang di komfirmasi di makam  Medana mempunyai Sejarah bagi “Tempat berkumpulnya tiga agama sebagai simbol bentuk keberagaman yang ada di Lombok Utara ini” tuturnya.

Di sebelah kiri Makam terletak Pura tempat peribadatan agama Hindu, Sebelah kanan terdapat Pohon tempat Peribadatan agama Budha dan letak Makam medana berada di lurus tengah Tengah ketika kita masuk di pintu Utama..
Selain makam medana, ada makam Anak iwok di 6 langkah dari pintu Masuk makam medana yang jarang di Ketahui oleh kebanyak orang “. Tandasnya, Ahmat yang sehari hari Berprofesi sebagai Nelayan setempat.

Photo : Pura tempat peribadatan agama Hindu

Puspa , salah satu wisatawan Dari Jakarta cukup terkesan dengan Makam Medana, menurut  Puspa , salah satu wisatawan Dari Jakarta cukup terkesan dengan Makam Medana, menurutnya selain menemukan wisata religi, ia juga bisa Melihat keindahan alam di sekitar Makam Medana.

“Saya senang kembali kesini, saya bisa melihat makam yang dulu saya pernah datangi pas masih kecil dan sembari melihat keindahan alam juga,” tuturnya. **(TIO AL-FATIH)

admin

Next Post

MUSYAWARAH DESA ( MUSDES) PEMBENTUKAN SATGAS DESA AMAN COVID 19. Pak Kades : " Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM). Bersekala Mikro Di Aula Kantor Desa Medana"

Sel Feb 23 , 2021
23  Februari  2021    Laporan  : Tio AF   MUSYAWARAH DESA ( MUSDES) PEMBENTUKAN SATGAS DESA AMAN COVID 19. Pak Kades : ” Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Bersekala Mikro Di Aula Kantor Desa Medana ” Lombok Utara ~( ANN)– Satgas desa aman covid 19 Di buka resmi oleh […]

Breaking News

Contains all features of free version and many new additional features.

Kategori