Kekeringan Tidak Membuat Petani Tembakau Putus Asa, dimana Pemerintah???

28 April 2021

 

 Laporan : 002AY

 

Kekeringan Tidak Membuat Petani Tembakau Putus Asa, dimana Pemerintah???

Lombok Tengah (ANN)– Petani tembakau di Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah pantang menyerah dan tak kehabisan akal agar tetap bisa menanam tembakau di lahan pertanian mereka.

Lahan pertanian yang keras akibat dilanda kekeringan membuat para petani di desa tersebut harus memutar otak sehingga didapatilah ide untuk membasahi lahan menggunakan es batu agar bisa ditanami tembakau.

Momen pantang menyerah itu dibagikan di laman sosial media facebook oleh pemilik akun bernama Mudjitahid Ghantiy, Kamis (27/5) siang. Mudjitahid Ghantiy mengunggah beberapa foto yang memperlihatkan para petani tengah memikul es batu berbentuk balok dan memotongnya menjadi bagian-bagian kecil untuk ditaruh di lubang tanam.

“Untuk menyiasati air irigasi atau hujan yang tidak kunjung datang, kami rela membeli puluhan balok es agar sawah kami bisa ditanami tembakau. Kami menggali tanahnya, membuat lubang kecil kemudian potongan es diletakkan di sana, tunggu sampai tanahnya lembek agar bisa ditanami, entah berapa menit atau mungkin puluhan menit,” tulis Mudjitahid Ghantiy dikutip Asian Nation News (ANN) dari Facebook.

Pengguna facebook lainnya pada kolom komentar, menyarankan agar para petani membuat sumur bor sebagai sumber air di lahan pertanian. Usulan tersebut ternyata telah dilakukan, namun setelah di bor puluhan meter tetap tida ada air.

“Sudah dibuat (Sumur Bor, red), ini tempat yang agak tinggi jadi tujuh puluhan meter lebih belum ketemu airnya,” balas Mudjitahid Ghantiy.

Pengguna Facebook lainnya, Lalu Sudi Harji pada unggahan tersebut mengapresiasi kerja keras para petani. Menurutnya, hal tersebut adalah terobosan kreatif demi meraih kesuksesan.

“Sudah terbiasa dengan ini. Pejuang-pejuang rupiah yang tangguh dan selalu memiliki terobosan-terobosan kreatif demi rupiah. Semoga mereka sukses dan menikmati hasilnya yang memuaskan,” komentarnya. (red/ANN)

“Untuk menyiasati air irigasi atau hujan yang tidak kunjung datang, kami rela membeli puluhan balok es agar sawah kami bisa ditanami tembakau. Kami menggali tanahnya, membuat lubang kecil kemudian potongan es diletakkan di sana, tunggu sampai tanahnya lembek agar bisa ditanami, entah berapa menit atau mungkin puluhan menit,” tulis Mudjitahid Ghantiy dikutip Asian Nation News-(ANN)  dari Facebook.

Pengguna facebook lainnya pada kolom komentar, menyarankan agar para petani membuat sumur bor sebagai sumber air di lahan pertanian. Usulan tersebut ternyata telah dilakukan, namun setelah di bor puluhan meter tetap tida ada air.

 

“Sudah dibuat (Sumur Bor, red), ini tempat yang agak tinggi jadi tujuh puluhan meter lebih belum ketemu airnya,” balas Mudjitahid Ghantiy.

Pengguna Facebook lainnya, Lalu Sudi Harji pada unggahan tersebut mengapresiasi kerja keras para petani. Menurutnya, hal tersebut adalah terobosan kreatif demi meraih kesuksesan.

“Sudah terbiasa dengan ini. Pejuang-pejuang rupiah yang tangguh dan selalu memiliki terobosan-terobosan kreatif demi rupiah. Semoga mereka sukses dan menikmati hasilnya yang memuaskan,” komentarnya.

(002/ay)

admin

Next Post

MILENIAL PRIMA : PROGRAM BEASISWA NTB Tidak efektif lebih baik di berhentikan saja

Jum Mei 28 , 2021
28 Mei 2021   Laporan : Ivan.001 Editor     : PO   MILENIAL PRIMA : PROGRAM BEASISWA NTB Tidak efektif lebih baik di berhentikan saja Mataram – (ANN) – Gubernur NTB perlu berfokus pada urusan yang diberikan oleh undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang menyebutkan urusan pemerintah […]

Breaking News

Contains all features of free version and many new additional features.

Kategori