Jubir PRIMA : Tak Mempan Basmi Oligarki Perusak Papua, Evaluasi Otsus Jalan Di Tempat

08 April 2921

 

Laporan : Ivan /001

 

Jubir PRIMA : Tak Mempan Basmi Oligarki Perusak Papua, Evaluasi Otsus Jalan Di Tempat

Jakarta (ANN) Regulasi otonomi khusus Papua, diharapkan mewujudkan keadilan sosial, kesejahteraan dan kemakmuran. Diakhir Perjalanan otsus selama dua puluh tahun, akhirnya pemerintah dan dewan perwakilan rakyat mulai membahasnya. Pansus otsus Papua DPR RI mulai melakukan rapat dengar pendapat maupun rapat kerja.

Walaupun otsus diberikan dan dijalankan khusus untuk rakyat di Tanah Papua, seringkali Jakarta disalahkan oleh sebagian orang, ketika berbicara tentang kebijakan otonom daerah tersebut. Jakarta tipu kami, mereka bilang kami jadi tuan di negeri sendiri tapi nyatanya setengah hati. Tidak tulus membangun kami sebagai bagian dari negara Indonesia.

Foto : Arkilaus Baho (Juru Bicara Partai Rakyat Adil Makmur)

Saat ini otsus di evaluasi oleh pemerintah dan partai politik. Mereka bahas soal dana dan kewenangan, bukan soal substansi masalah. Sebagaimana sebagian parpol yang berkuasa dikendalikan oleh oligarki itu sendiri. Parpol yang kekuasaan nya hanya dikendalikan oleh satu orang, satu keluarga bahkan segelintir bos sawit dan tambang adalah pemilik partai. Tentunya, paket evaluasi otsus tentu tidak jauh beda, hanya mengamankan kepentingan kaum tertentu.

Seharusnya evaluasi otsus perlu memfasilitasi keterlibatan masyarakat luas, khususnya yang merasakan dampak dari kebijakan tersebut. Melalui musyawarah mufakat di tingkat marga, bahkan suku, mereka bebas berdiskusi dalam nuansa kulturnya orang Papua. Dewan Rakyat Papua sebagai jalan untuk dilakukanya rembuk di Honai, rumah adat, para-para pinang, tikar adat, dan sebutan rumah adat lainnya, perlu diberikan ruang agar demokrasi Pancasila benar-benar dirasakan manfaatnya

Pemerintah mestinya menjalankan Pancasila dalam bentuk wadah politik keterwakilan marga didalam lembaga Dewan Rakyat Papua (DRP), di Tanah ini dengan mengedepankan filosofi hidup rakyatnya. Melalui DRP, Maka kehendak rakyat yang berlaku, bukan kehendak oligarki dan kaum satu persen belaka.  *(001ivan)

 

admin

Next Post

Pemuda dan Masyarakat Kelurahan Dayen Peken Bergotong Royong Rehab Saluran (Pipa) Wudhu' Sebagai Peesiapan Bulan Ramadhan

Jum Apr 9 , 2021
9  April  2021    Laporan oleh : SO   Pemuda dan Masyarakat Kelurahan Dayen Peken Bergotong Royong Rehab Saluran (Pipa) Wudhu’ Sebagai Peesiapan Bulan Ramadhan   Ampenan. Mataram (ANN) – Masyarakat Kelurahan Dayan Peken bersama pemudanya untuk bergotong royong memperbaiki (merehab) saluran atau pipa untuk wudhuk, Jum’at (9/4/2021). Ikbal Falakta, […]

Breaking News

Contains all features of free version and many new additional features.

Kategori