Hasil Panen Gabah Meningkat, Petani Mengeluh Harga Jual Rendah.

Hasil Panen Gabah Meningkat, Petani Mengeluh Harga Jual Rendah.

14 April 2021

 

 Laporan : 002AY

 

Hasil Panen Gabah Meningkat, Petani Mengeluh Harga Jual Rendah.

Lombok Tengah (ANN) Warga Desa Landah yang mayoritas petani pangan saat ini merasa, hasil panen petani mereka meningkat dibandingkan tahun tahun sebelumnya, hal ini disebabkan banyak faktor antara lain, karena disebabkan intensitas curah hujan yg cukup tinggi untuk mengairi lahan pertanian, dimana diketahui bahwa lahan pertanian warga Desa Landah 80% tadah hujan;
namun dibalik kegembiraannya para petani masih mengeluhkan harga jual padi yang tidak sesuai dengan biaya produksi, yang di sebabkan oleh tingginya upah pekerja yang naik setiap tahun.

 

Oleh karena itu berkenaan dengan keadaan tersebut Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Tengah perlu melakukan penyesuaian Harga Penen Petani (HPP) gabah dan padi disesuaikan dengan biaya produksi petani sebagai upaya peningkatan untuk kesejahteraan petani atas perjuangannya dalam rangka mendukung pemerintah dalam hal penyediaan stok pangan baik secara Lokal maupun Nasional.

“Menurut keterangan seorang petani asal Desa Landah Rika saat di konfirmasi awak Media (ANN) Rabu/14/april/2021 saat ditemui disawah menyatakan bahwa”hasil panen padi kami sekarang lebih banyak dari pada hasil tahun kemarin, karena hasil padi kami di sebabkan banyak faktor dan intesitas curah hujan yang cukup tinggi untuk mengairi lahan kami.

Dimana lahan kami sebagai warga Desa Landah hanya mengandalkan tadah hujan 80%.
Dia menambahkan Pernyataan asal Desa Landah Bapak Rika saat di konfirmasi awak Media mengeluhkan harga jual padi kami yang tidak sesuai dengan biaya produksi, yang disebab kan oleh tingginya upah pekerja yang naik setiap tahun.

Harapannya semoga Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan Provinsi NTB mengevaluasi Hasil Panen Petani (HPP) sesuai dengan kondisi petani di lapangan. (002AY)