Aminah Pedagang Musiman, Cerminan RA. Kartini dalam Emansipasi Wanita

21 April 2021

 

Laporan : Ozie

 

Aminah Pedagang Musiman, Cerminan RA. Kartini dalam Emansipasi Wanita

 

IDI (ANN) – Bulan Ramadhan adalah bulan Rahmat bagi seluruh umat islam. Banyak Rahmat Allah limpahkan di bulan ini, apalagi bagi muslim yang mau meningkatkan intensitas beribadah nya, disamping puasa yang memang merupakan kewajiban.

Bulan Ramadhan disambut gembira oleh kaum muslimin, dan dampak Rahmat dari bulan Ramadhan juga dirasakan oleh para pedagang. Dibilang Ramadhan biasanya daya beli masyarakat meningkat, sehingga pedagang pun menjamur di mana-mana.

Seperti ibu Aminah, salah seorang pedagang musiman. Setiap bulan ramadhan beliau menjajakan dagangannya dipinggir jalan dimana ramai orang melintasi.

Ramadhan tahun ini bu Aminah, yang bertempat tinggal di desa snb.kuyun ini, menjajakan dagangannya di trotoar depan pendopo bupati Aceh Timur.
Beliau membawa barang dagangannya menggunakan sepeda motor, layaknya mugee, yang biasanya seorang pria.

Saat ANN mewawancarai, bu Aminah menyatakan, kalau beliau berjualan mentimun dan pisang untuk membantu perekonomian keluarga. Apalagi suaminya pak sulaiman sudah lama mengalami penyakit lambung, dan penyakitnya sering kambuh sehingga tdk dapat bekerja.

Bu Aminah miliki 7 orang anak, dan yang masih tinggal bersamanya dua orang, yang lain semua sudah berkeluarga. Dari hasil berjualan bu Aminah biasanya memperoleh keuntungan sekitar 20 ribu hingga 50 rb.

Keuntungan tersebut memang tidak terlalu banyak, namun cukup untuk membantu ekonomi keluarga.
Saat kami datangi, sekitar jam 14.00 wib. Bu Aminah sudah berhasil menghabiskan setengah karung timun, yang dijualnya dengan harga 5000/pastiknya.

Di hari ini yaitu tepatnya Hari Kartini bu Aminah melanjutkan perjuangan RA. Kartini dalam emansipasi wanita. Kartini merupakan perempuan yang mempelopori kesetaraan derajat antara wanita dan pria di Indonesia.

Nah hari ini bu Aminah telah membuktikan bahwa kaum perempuan juga mambu bekerja layaknya laki-laki dalam membantu perekonomian keluarga.

Bu Aminah sempat bercerita tentang penyakit yang diderita suaminya, hingga petugas tempat beliau berobat melarang banyak jenis makanan, mulai pedas, asam, lemak, dingin, makanan keras, daging, minyak, dll. Sehingga pak sulaiman hanya makan nasi putih dengan air putih.

Jika hanya mengkonsumsi nasi putih saja tentu banya asupan gizi sebagai kebutuhan kalorinya tidak dapat terpenuhi.

Jika benar seperti yang diceritakan bu Aminah, maka perlu dilakukan pengawasan terhadap apotik yang melakukan pelayanan kesehatan oleh petugas yang bukan dokter atau tenaga kesehatan.

Berbeda dengan apotik yang hanya melayani resep atau pembelian obat. Untuk informasi tentang kesehatan, apalagi terkait penyakit tentu harus oleh tenaga medis atau setidaknya tenaga kesehatan.

Terlepas dari cerita tentang suaminya, bu Aminah terlihat begitu semangat dalam menjajakan dagangannya kepada setiap orang yang sedang melintasi dengan harapan akan membeli. Bu Aminah merupakan cerminan RA. Kartini dalam emansipasi wanita. *(Ozie)

 

admin

Next Post

Konspirasi Telah Merubah Sebuah Inspirasi

Rab Apr 21 , 2021
21 April 2021   Artikel (Nukilan Puitis) Oleh : Rizal Fauzi, S.Kep., M.Kes.   Konspirasi Telah Merubah Sebuah Inspirasi Kau adalah sebuah inspirasi Hasil pemikiran mereka yang berhati murni Hingga tiba puncak kejayaan Semua menggantungkan harapan Jelas visi misi… Tegas terhadap semua situasi Banyak aksi telah kau ungkapkan Walau terkadang […]

Breaking News

Contains all features of free version and many new additional features.

Kategori