16/04/2024

AsiaNationNews.com

Honesty – integrity – Trust

SIDANG KASUS PENIPUAN MODUS ARISAN BODONG TERUNGKAP TERDAKWA OJA BEKERJASAMA DENGAN OKNUM POLISI

8 Agustus 2023

 Laporan  : Helmy

 Release : Muhammad Iqbal., SH, MH (Advocat/ Lowyer), Penasehat Hukum PWRI Aceh

 

SIDANG KASUS PENIPUAN MODUS ARISAN BODONG TERUNGKAP TERDAKWA OJA BEKERJASAMA DENGAN OKNUM POLISI

 

Langsa.ANN – Kasus penipuan bermodus arisan bodong yang menggemparkan Kota Langsa yang diduga dilakukan Terdakwa atas nama Ulfah Fauza alias Oja kembali digelar sidang lanjutannya pada Selasa, 8/8 di Pengadilan Negeri Langsa dengan nomor perkara 94/Pid.B/2023/PN Lgs.

Acara persidangan masih pada tahap pemeriksaan saksi-saksi, dan kali ini JPU menghadirkan 2 orang saksi, yaitu Heru Rusmianto (Suami Terdakwa) dan Iqbal Desky.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Riswan Herafiansyah, S.H., M.H., didampingi oleh Anggota Majelis Hakim Muhammad Yuslimu Rabbi, S.H. dan Akhmad Fahrizal, S.H., serta dihadiri oleh JPU Edwardo, S.H., M.H. juga Kuasa Hukum DI (korban) yakni Maulana Akbar, S.H.

Amatan awak media di dalam persidangan, terungkap fakta bahwa Heru Rusmianto yang merupakan suami dari Terdakwa berbelit-belit dalam menyampaikan keterangan, dan tetap pada keterangannya bahwa dirinya baru mengetahui Terdakwa menipu korban pada saat Terdakwa dan Korban sempat bertemu untuk membuat pernyataan agar Terdakwa mengembalikan uang milik korban sebanyak 600 juta. Namun uang sebanyak itu sama sekali tidak pernah dikembalikan oleh Terdakwa kepada Korban.

Uang yang diperoleh Terdakwa dari hasil penipuan, disimpan oleh Terdakwa ke dalam rekening ATM milik Saksi Heri Rusmianto. Kemudian kartu ATM itu diserahkan Terdakwa kepada Saksi Iqbal Desky.

Majelis Hakim dan JPU juga mencecar banyak pertanyaan kepada Saksi yang bernama Iqbal Desky yang merupakan anggota Kepolisian Sektor di wilayah Polres Langsa. Terungkap bahwa Iqbal Desky mengakui telah menjalin hubungan asmara dengan Terdakwa dan ada menerima sejumlah uang dan hadiah-hadiah dari Terdakwa. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Terdakwa setelah dikonfirmasi oleh Majelis Hakim.

Terlihat Majelis Hakim dan JPU menemukan kejanggalan hubungan antara Terdakwa dan Saksi Iqbal Desky, dan disinyalir Saksi Iqbal Desky mengetahui dan bekerjasama dengan Terdakwa Oja dalam menipu korban dengan modus arisan bodong, dan mirisnya Saksi Iqbal Desky menikmati uang haram tersebut yang keseluruhan totalnya 80 juta rupiah. Saksi Iqbal Desky berpeluang besar untuk diproses secara hukum karena ikut bersama-sama melakukan tindak pidana (Pasal 55 KUHP).

Selanjutnya sidang ditunda ke hari Kamis, 10/8 dengan agenda sidang pemeriksaan saksi-saksi lainnya. Tutup Ketua Majelis Hakim di akhir persidangan tersebut.

“Saya selaku Kuasa Hukum korban, akan terus memantau persidangan perkara ini. Dengan kerugian yang sangat besar akibat dari penipuan yang dilakukan Terdakwa Oja tersebut, kami berharap dari hasil persidangan perkara ini nantinya dijatuhkan putusan seadil-adilnya, serta jika ternyata terbukti ada saksi yang ikut terlibat dan menikmati hasil kejahatan yang dilakukan Terdakwa Oja, kami memohon kepada Hakim dan JPU agar memproses yang bersangkutan. Saya juga melihat di instagram, banyak yang mengomentari postingan tentang berita ini, yang diketahui adalah para korban penipuan dari Terdakwa Oja yang bdan tidak tau mau mengadu kemana” ujar Maulana Akbar. (MI/Red)

About Post Author