Krisis Moral Memicu Kehancuran Sebuah Kesatuan

05 April 2021

 

Artikel

Krisis Moral Memicu Kehancuran Sebuah Kesatuan

Oled :  Rizal Fauzi

 

IDI. Aceh Timur-(ANN)

Sangat menyedihkan melihat apa yang terjadi, kejadian demi kejadian terjadi begitu saja namun tidak ada kepastian penindakan bagi pelanggar, tidak ada konsep keadilan untuk semua kejadian.

Katakan regulasi hukum baku namun terpaku saat sekelompok orang penggegas kejadian, namun membelenggu erat orang – orang yang susah diatur, tidak dapat diajak kerja sama, bahkan berani menghina walaupun itu memang hina, serta mengusik ketenangan dan kenyamanan penguasa.

Sungguh kita telah dibutakan, buta dalam penglihatan, pelanggaran dianggap hal yang wajar… Berani memutar balikkan fakta padahal jelas diketahui semua orang.

Terkadang saat yang disembunyikan telah terang dan terbukti masih bisa dan dapat mengelak dengan berbagai dalih.
Tidak hanya itu, Negara dijadikan lahan dan menjadi perebutan untuk pemenuhan kebutuhan dengan mengabaikan visi mensejahterakan.

Ancaman terbesar adalah perpecahan, akhir sebuah kesatuan, dan masih dapat di hindarkan tentunya dengan Reformasi aklak dan membudayakan integritas.
Upaya yang dihapkan adalah yang dilandasi keikhlasan tanpa diawali kepentingan individu ataupun golongan.

Sungguh sangat menyedihkan fenomena aktualisasi sekarang, kebenaran seakan terbungkam terbatasi oleh kepentingan yang disponsori kekuatan besar, hingga apapun nantinya akan dapat terwujudkan.

Namun Reformasi Akhlak dan budaya Integritas sebagai solusi yang patut diterapkan. Akhlak mulia yang dilandasi ketaqwaan kepada Sang Pencipta…

Nilai Integritas yang mampu mengembalikan kehormatan seseorang, hingga meninggalkan, serta tidak mau lagi berperilaku curang dan koruptif. Itu adalah harapan semua orang agar berakhir bahagia dan sejahtera.

Ingat..! , masih ada generasi yang akan melanjutkan, jangan warisi kepedihan yang hanya akan membawa derita bagi banyak orang. Tapi warisilah harapan agar generasi miliki keyakinan bahwa masa depan masih layak diperjuangkan.

Dan pelaku sekarang akan terus dikenang serta berakhir dalam damai…
Namun sebaliknya, reformasi akhlak dan budaya integritas ditantang, ide dan issue dikebirikan, maka putuslah harapan, bencana besar pastilah yang akan datang.

Wahai semua yang terlibat, sadarlah sekarang, jika itu semua memang bukan kesengajaan. Tapi taubatlah andai semua sengaja dilakukan, bagai konspirasi global yang selalu sitatang serukan dalam cerita dunia terbalik yang seru saat ditayangkan.

Badai pasti berlalu, begitu pula yang diharapkan, agar maju dalam rukun dan mensejahterakan. Itulah harapan, tetap utuh dalam satu kesatuan. **()

 

admin

Next Post

Bupati Lombok Utara Menerima Kunker Forkopimda Kabupaten Belitung

Sen Apr 5 , 2021
05 April 2021      Laporan : Tio AF   Bupati Lombok Utara Menerima Kunker Forkopimda Kabupaten Belitung Lombok Utara ( ANN) Humaspro Setda KLU – Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH didampingi Wakil Ketua II DPRD Mariadi SAg menerima kunjungan kerja (Kunker) Forkopimda Kabupaten Belitung Provinsi Bangka Belitung […]

Breaking News

Contains all features of free version and many new additional features.

Kategori